Aku kembali tersudut
Teringat akan ucapan perih kemarin
Perkataan frontal yang begitu menjurus
Cukup sekali itu aku mengeja-nya
Terbelalak memandang diriku sendiri
Betapa gelapnya bayangan cahaya dihadap
Kemudian terlempar jatuh dalam pedih
Hei kalian yang telah berucap kata!
Jangan kalian berucap duga jika tak
mengetahui nyata
Padamu kasih, dengarlah aku sebentar saja
Mengutarakan nyata apa yang ku rasa
Tak mungkin sanggup aku terus diam dalam
penuh duga
Kapan waktunya ku inginkan kita berhadap
bersama
Ingin ku ungkapkan yang sebenarnya,
Tanpa aku tak bisa berharap lebih akan dapat
kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar